MINERAL
Mineral adalah bahan penyusun tanah
yang berasal dari kristalisasi magma, atau terbentuk sebagai hasil reaksi unsur
kimia di dalam tanah. Berdasarkan ukuran dan proses terjadinya, mineral dalam
tanah dapat dikelompokan menjadi dua jenis yaitu mineral primer dan mineral
sekunder (Moorhause 1959). Mineral primer adalah mineral hasil pelapukan fisik
dari batuan, sehinga struktur Kristal dan jenisnya tetap sama hanya ukurannya
yang menjadi lebih kecil, antara 2-0,05 mm mineral primer sering juga disebut
mineral pasir. Contoh mineral primer adalah kuarsa, biotit, kalsit, dan dolomite.
Mineral sekunder adalah mineral hasil pembentukan baru atau hasil pelapukan
mineral primer yang terjadi selama proses pembentukan tanah serta mempunyai
komposisi dan struktur tanah yang berbeda dengan mineral yang terlapuk. Contoh
mineral sekunder adalah kaolinit dan smektit.
PERAN PENTING MINERAL
Mineral mempunyai yang sangat
penting dalam suatu tanah antara lain sebagai indikator cadangan sumber hara
dan indikator muatan tanah beserta lingkungan pebentuknya
Menurut Shaw et al. (1973), mineral primer dapat dibedakan atas mineral mudah
lapuk (wheatherable mineral) dan mineral tahan lapuk (resistant mineral) mineral mudah lapuk
adalah mineral yang dapat melapuk dan melepaskan unsur-unsur penyusunan ke
dalam tanah pada waktu pembetukan tanah. Mineral tahan lapuk adalah mineral
yang sulit untuk melapuk seiring dengan pembentukan tanah
Mineral mudah lapuk yang banyak
dijumpai di Indonesia adalah plagioklas, amfibol, dan piroksin mineral mudah
lapuk dapat mengalami proses pelapukan secara cepat, dan hasil pelapukannya berupa unsure hara seperti
Ca, Mg, Na, K dan Fe. Mineral tahan lapuk (opak kuarsa) resisiten terhadap
pelapukan, sehingga walaupun tanah telah mangalami tingkat pelapukan lanjut,
mineral tahan lapuk masih tetap ada (Prasetyo et al. 2004).
Beberapa jenis mineral primer yang
banyak dijumpai di Indonesia
Jenis
|
Mineral
|
Unsure utama
|
Sumber batuan
|
MDL
|
Olivin
|
Mg,
Fe
|
Batuan
volkam basis dan ultra basis
|
MDL
|
Mika (biotit,
muskovit)
|
K,
Mg, Fe
|
Batuan
granit dan metamorf
|
MDL
|
Piroksin (augit,
hipersten)
|
Mg,
Fe, Ca
|
Batuan
volkam basisi dan ultra basis
|
MDL
|
Amfibol (hornblende)
|
Fe,
Mg, Ca, Na
|
Batuan
volkam intermendiaer dan ultra basis
|
MDL
|
Plagioklas (albit,
andesine, anorthit, bitownit, labradorit, oligoklas)
|
Na,
Ca
|
Batuan
volkam intermedier hingga basis
|
MDL
|
K-felpar (orotoklas,
sanidin)
|
K
|
Batua
masam
|
MDL
|
Gelas volkam
|
Si
|
Batuan
volkam masam, intermedier, basis
|
TLP
|
Opak
|
Fe
|
Batuan
volkamik
|
TLP
|
Kuarsa
|
Si
|
Batuan
yang bersifay masam
|
MDL=
mudah lapuk; TLP=tahan lapuk
DESKRIPSI
MINERAL
1. Nama
Mineral
: Topas
Rumus
kimia
: Al2(SiO4)(F2OH)2
Berat Jenis
(BD)
: 19,3
Sistim
Kristal
: ortorombik
Belahan
: sempurna
Warna
: bening,kuning, merah mudakebiruan, kehijauan
Goresan
: -
Kekerasan
: 8
2. Nama
Mineral
: perak
Rumus
kimia
: Ag
Berat
Jenis
(BD)
: 10,5
Sistim
Kristal
: Isomerik
Belahan
: Tidak ada
Warna
: Putih
Goresan
: putih
Kekerasan
: 2,5-3
. 3. Nama
Mineral
: Tembaga
Rumus
kimia
: Cu
Berat Jenis
(BD)
: 8,9
Sistim
Kristal
: Isomerik
Belahan
: Tidak ada
Warna
: Coklat
Goresan
: hitam logam
Kekerasan
: 2,5-3
4.
Nama
Mineral
: Platina
Rumus
kimia
: Pt
Berat Jenis
(BD)
: 21,4
Sistim
Kristal
: Isomerik
Belahan
: Tidak ada
Warna
: Putih abu-abu
Goresan
: abu-abu
Kekerasan
: 4-4,5
5.
Nama
Mineral : Besi
Rumus
kimia
: Fe
Berat Jenis
(BD)
: 7,3-7,8
Sistim
Kristal
: Isometrik
Belahan
: Tidak ada (010)
Warna
: Abu-abu besi-hitam
Goresan
: abu-abu
Kekerasan
: 4
6.
Nama
Mineral
: Arsen
Rumus
kimia
: As
Berat Jenis
(BD)
: 5,75
Sistim
Kristal
: Heksagonal
Belahan
: Sempurna
Warna
: Putih timah sampai abu-abu gelap
Goresan
: abu-abu
Kekerasan
: 3,5
7.
Nama
Mineral
: Animon
Rumus
kimia
: Sb
Berat Jenis
(BD)
: 6,68
Sistim
Kristal
: Heksagonal
Belahan
: Sempurna
Warna
: logam
Goresan
: abu-abu
Kekerasan
: 3-3,5
8.
Nama
Mineral
: Bismut
Rumus
kimia
: Bi
Berat Jenis
(BD)
: 9,8
Sistim
Kristal
: Trigonal
Belahan
: sempurna, baik
Warna
: putih timah dengan warna merah mudah pucat
Goresan
: putih
Kekerasan
: 2-2,5
9.
Nama
Mineral
: Belerang
Rumus
kimia
: S
Berat Jenis
(BD)
: 2,1
Sistim
Kristal
: ortorombik
Belahan
: tidak sempurna
Warna
: kuning belerang sampai coklat kekuningan
Goresan
: putih
Kekerasan
: 1,5-2,5
10.
Nama
Mineral
: Intan
Rumus
kimia
: C
Berat Jenis
(BD)
: 3,5
Sistim
Kristal
: isometrik
Belahan
: sempurna
Warna
: bening, putih sampai putih kebiruan, abu-abu, kuning, coklat, oranye, merah, biru,
hijau, hitam
Goresan
:
Kekerasan
: 10
11.
Nama
Mineral
: Grafit
Rumus
kimia
: G
Berat Jenis
(BD)
: 2,2
Sistim
Kristal
: heksagonal
Belahan
:
Warna
: tanah sampai logam
Goresan
: hitam
Kekerasan
: 1-2
12.
Nama
Mineral
: Argentit
Rumus kimia
: Ag2S
Berat Jenis
(BD)
: 7,04
Sistim
Kristal
: isometrik
Belahan
: tidak jelas
Warna
: hitam sampai abu-abu gelap
Goresan
: hitam
Kekerasan
: 2-2,5
13.
Nama
Mineral
: Kalkosit
Rumus
kimia
: Cu2S
Berat Jenis
(BD)
: 5,77
Sistim
Kristal
: ortorombik
Belahan
: tidak jelas
Warna
: abu-abu kehitaman sampai hitam
Goresan
: abu-abu kehitaman
Kekerasan
: 2,5-3
14.
Nama
Mineral
: Bornit
Rumus
kimia
: Cu5FeS4
Berat Jenis
(BD)
: 5,0
Sistim
Kristal
:tetragonal
Belahan
: dalam jejak
Warna
: merah tembaga atau perunggu
Goresan
: hitam keabu-abuan yang terang
Kekerasan
: 3
15.
Nama
Mineral
: Gelena
Rumus
kimia
: PbS
Berat Jenis
(BD)
: 7,58
Sistim Kristal
: isometrik
Belahan
: sempurna
Warna
: abu-abu timah
Goresan
: abu-abu timah
Kekerasan
: 2,5
16.
Nama Mineral
: Spalerit
Rumus
kimia
: ZnS
Berat Jenis
(BD)
: 3,9-4,1
Sistim
Kristal
: kubik
Belahan
: sempurna
Warna
: merah jingga sampai mendekati hitam
Goresan
: coklat sampai kuning
Kekerasan
: 3,5-4
17.
Nama
Mineral
: Kalkopirit
Rumus
kimia
: CuFeS2
Berat Jenis
(BD)
: 4,28
Sistim
Kristal
: tetragonal
Belahan
: tidak jelas
Warna
: kuning terang sering dengan coklat
Goresan
: hitam kehijauan
Kekerasan
: 3,5-4
18.
Nama
Mineral
: Pirit
Rumus
kimia
: FeS2
Berat Jenis
(BD)
: 4,7
Sistim
Kristal
: kubik
Belahan
: tidak ada
Warna
: kuning terang muda
Goresan
: hitam kehijauan
Kekerasan
: 6-6,5
19.
Nama
Mineral
: Manganit
Rumus
kimia
: MnO(OH)
Berat Jenis
(BD)
: 2,71
Sistim
Kristal
: monoklin
Belahan
: sempurna
Warna
: abu-abu gelap sampai hitam
Goresan
: coklet kemerahan sampai hitam
Kekerasan
: 4
20.
Nama
Mineral
: Kalsit
Rumus
kimia
: CaCO3
Berat Jenis
(BD)
: 2,85
Sistim
Kristal
: heksagonal
Belahan
: sempurna
Warna
: bening atau putih
Goresan
: putih
Kekerasan
: 3
21.
Nama
Mineral
: Dolomit
Rumus
kimia
: CaMg(CO3)2
Berat Jenis
(BD)
: 4,50
Sistim
Kristal
: heksagonal
Belahan
: sempurna
Warna
: bening atau putih sempurna krem
Goresan
: putih
Kekerasan
: 2,85
22.
Nama
Mineral
: Olivin
Rumus
kimia
: (Mg,Fe)2(SiO4)
Berat Jenis
(BD)
: 3,5-4,3
Sistim
Kristal
: ortorombik
Belahan
: tidak ada
Warna
: hijau kekuningan sampai keabu-abuan
Goresan
:
Kekerasan
: 6,5-7
23.
Nama
Mineral
: Serpentin
Rumus kimia
: Mg6(Si4O10)(OH)8
Berat Jenis
(BD)
: 2,7-2,8
Sistim
Kristal
: monoklin
Belahan
: idak ada
W warna
: sering bervariasi memperlihatkan
penggantian dalam lebih terang dan lebih gelap
Goresan
: -
Kekerasan
: 3-5, selalu 4
24.
Nama
Mineral
: Biotit
Rumus
kimia
: K(Mg,Fe)3(AlSi3O10)(OH)2
Berat Jenis
(BD)
: K(Mg,Fe)3(AlSi3O10)(OH)2
Sistim
Kristal
: monoklin
Belahan
: sempurna
Warna
: hijau,coklat, hitam
Goresan
: -
Kekerasan
: 2,5-3
25.
Nama
Mineral
: Kuarsa
Rumus
kimia
: SiO2
Berat Jenis
(BD)
: 2,65
Sistim
Kristal
: heksagonal
Belahan
: tidak ada
Warna
: bening atau putih
Goresan
: -
Kekerasan
: 7
http://topanries.webs.com/apps/blog/show/2429443